Minggu, 23 November 2008

3 Tips Promosi Blog di Situs Media Sosial

Situs media social (social media) adalah media online di mana kita bisa berbagi info dan link di antara sesama komunitas atau jaringan yang kita masuki. Media sosial seperti Digg, StumbleUpon dan Mixx bahkan dinilai sangat efektif dalam menggenjot traffic atau arus kunjungan ke blog.

Memang benar, situs media sosial dapat menjadi sangat bagus dan menjadi sumber traffic yang dahsyat, hanya jika Anda menggunakannya dengan cara yang benar. Jika tidak, boleh jadi situs Anda akan “ketendang” alias diblokir oleh pengelola layanan.

Kolega saya Ramkarthik punya tiga tips agar pemanfaatan situs-situs media sosial bisa efektif:
Jangan Hanya Mempromosikan Content Sendiri: Situs media sosial menampilkan content terbaik bagi para pembaca yang berminat dalam niche atau kategori tertentu. Sebaiknya Anda hindari mempromosikan posting-posting yang Anda tulis di blog Anda sendiri. Tapi gunakan rasio: untuk setiap 15 content orang lain yang Anda submit, Anda boleh menyetor 1 (satu) posting Anda sendiri. Tentu akan lebih baik, orang lain-lah yang memasukkan content Anda ke layanan-layanan tersebut.
Memberi dan Menerima: Media sosial adalah perkara memberi dan menerima. Anda tidak mungkin hanya menerima sepanjang waktu, menikmati kesuksesan tersebut tanpa memberi sesuatu kepada orang lain. Ketika ada teman di jaringan Anda yang mempromosikan content Anda di StumbleUpon atau Mixx, sebaiknya Anda juga membantunya mempromosikan postingnya di layanan tersebut. Ya, semacam arisan gitulah….
Aktif: Rahasia sukses di media sosial adalah senantiasa aktif dan berpartisipasi secara rutin. Anda dapat memperoleh ratusan penggemar di situs media sosial hanya jika Anda membangun hubungan dan dikenal banyak orang. Menjadi aktif tidaklah berat. Anda hanya perlu mengalokasikan sejumlah waktu setiap hari untuk nongkrongin media-media sosial ini. Mereka-lah yang akan mempromosikan posting Anda dan mengunjungi blog Anda secara reguler.

Kiat Menemukan Waktu buat Ngeblog

Yeah, ini memang soal paling sering dirasakan oleh kita-kita ini, para blogger, yaitu sulitnya menemukan waktu buat ngeblog. Ada saja penghalangnya. Ada saja yang membuat rencana ngeblog jadi tertunda atau bahkan terlupakan …

Sepertinya kita memang perlu membuat suatu komitmen untuk ngeblog secara secara rutin. Soalnya, jika tidak, selalu saja ada alasan untuk melakukan hal lain.

Berikut ini beberapa tips yang mungkin membantu:
Sisihkan Waktu: Anda harus menyisihkan setidaknya 30 menit setiap hari untuk menulis, sudah termasuk waktu untuk meng-upload-nya.. Sekali Anda menemukan 30 menit itu, Anda akan mendapati kenyataan bahwa Anda memiliki waktu untuk diluangkan.
Buat Jadwal: Tandai hari-hari yang sangat penting bagi Anda untuk menulis dan coba pegang komitmen tersebut. Sangat mudah untuk mengabaikan jadwal Anda hingga akhirnya mendapati telah berminggu-minggu tidak menulis blog Anda.
Tetapkan Tujuan: Apakah Anda memiliki ide ke mana Anda akan membawa blog Anda? Jika Anda tidak memiliki tujuan ketika menulis blog, Anda mungkin menghabiskan banyak energi untuk hal-hal yang tak berguna.
Catat Terus: Selalu bawa pena/pulpen dan notebook tersedia sehingga Anda dapat membuat catatan ketika menemukan ide. Banyak blogger membuang-buang waktu mereka di depan komputer tanpa melakukan hal produktif karena mereka lupa apa yang ingin mereka tulis.

Ngomong-ngomong, bagaimana kiat Anda sendiri dalam menemukan waktu buat ngeblog? Biasanya halangannya apa saja? Lalu bagaimana Anda mengatasinya? Bagi dong di sini.

Lyric lagu dari Band Cradle of filth

Nymphetamine

Laid to the river
Midsummer, I waved
A "V" of black swans
On with hope to the grave
And though Red September
With skies fire-paved
I begged you appear
Like a thorn for the holy ones

Cold was my soul
Untold was the pain
I faced when you left me
A rose in the rain....
So I swore to the razor
That never, enchained
Would your dark nails of faith
Be pushed through my veins again

Bared on your tomb
I'm a prayer for your loneliness
And would you ever soon
Come above onto me?
For once upon a time
On the binds of your loneliness
I could always find the slot for your sacred key

Six feet deep is the incision
In my heart, that barless prison
Discoulours all with tunnel vision

Sunsetter...
Nymphetamine

Sick and weak from my condition
This lust, this vampyric addiction
To Her alone in full submission

None better...
Nymphetamine

Nymphetamine, Nymphetamine...
Nymphetamine girl.

Nymphetamine, Nymphetamine...
My Nymphetamine girl.

Wicked with your charm
I'm circled like prey
Back in the forest
Were whispers persuade
More sugar trails
More white lady laid
Than pillars of salt...
(keeping Sodom at at bay)

Fold to my arms
Hold their message away
And dance out to the moon
As we did in those golden days

Christening stars
I remember the way
We were needle and spoon
Mislaid in the burning hay

Bared on your tomb
I'm a prayer for your loneliness
And would you ever soon
Come above onto me?
For once upon a time
On the binds of your loneliness
I could always find the right slot for your sacred key

Six feet deep is the incision
In my heart, that barless prison
Discoulours all with tunnel vision

Sunsetter...
Nymphetamine

Sick and weak from my condition
This lust, this vampyric addiction
To Her alone in full submission

None better...




Nymphetamine, Nymphetamine...
Nymphetamine girl.

Nymphetamine, Nymphetamine...
My Nymphetamine girl.

No Time To Cry

It's just a feeling
I get sometimes
A feeling
Sometimes
And I get frightened
Just like you
I get frightened too
but it's...

[CHORUS]

(no no no) No time for heartache
(no no no) No time to run and hide
(no no no) No time for breaking down
(no no no) No time to cry

Sometimes in the world as is you've
Got to shake the hand that feeds you
It's just like Adam says
It's not so hard to understand
It's just like always coming down on
Just like Jesus never came and
What did you expect to find
It's just like always here again it's...

[CHORUS]

Everything will be alright
Everything will turn out fine
Some nights I still can't sleep
And the voices pass with time
And I keep
[repeat]
No time for tears
No time to run and hide
No time to be afraid of fear
I keep no time to cry


NBA news (dalam bahasa Inggris)

Ankle sprain may keep Bucks' Redd out another week
 

CHARLOTTE, N.C. (AP) -- Milwaukee Bucks leading scorer Michael Redd could be out another week as he continues a slow recovery from a right ankle injury.
Redd has not played since sustaining a high-ankle sprain at New York on Nov. 2. He did not travel with the team for the start of the Bucks' four-game road trip at Charlotte, and coach Scott Skiles said he doesn't expect Redd to join the team on the road.

The Bucks also visit Orlando, Atlanta and Detroit before returning home on Nov. 29 to face Cleveland.

Wade misses practice, will play Saturday night 

MIAMI (AP) -- Heat guard Dwyane Wade missed Miami's shootaround practice Saturday morning with an unspecified illness. The team said he would play later that night, when Miami hosts the Indiana Pacers. 
Wade is the NBA's second-leading scorer at more than 28 points per game, trailing only Cleveland's LeBron James.
Wade has not missed any games this season, even though he's been dealing with a sprained ankle for about a week.
The Heat could be without power forward Udonis Haslem, who is listed as a game-time decision with a sprained toe.

"He's just having some soreness," Skiles said.

Redd was averaging 21.3 points in four games before the injury. Skiles hinted Redd may have tried to come back too soon when he attempted to practice just over a week ago.

"He felt like he could practice," Skiles said. "He went through about 20 or 30 minutes, but it was clear he couldn't. Maybe that was a little bit of a setback. I don't know."

Jumat, 21 November 2008

Saingi Kawasaki Ninja 250R,… Yamaha siapin YZF-R250… !!!


Well.. ada gula ada semut…. ada yang sukses nggak boleh dibiarin terlalu lama… !!! Mungkin itu pameo yang terjadi di bikez market…!!! Setelah Kawasaki Ninja 250R… sukses hampir diseluruh penjuru dunia… akhirnya mengundang kompetitor lain ingin juga mencicipi segment market 250cc…!!! Pihak Yamaha sendiri begitu optimiz, di segment 250cc pun …. product Yamaha YZF-R250 dapat bersaing dengan Kawasaki Ninja 250R…!!! Terlebih lagi product Yamaha YZF-R125 terbukti cukup sukses di pasaran… !!! Dari design dan performance nya pun lumayan menjanjikan… !!!  

Body yang digunakan pada YZF-R250 hampir sama persis seperti YZF-R125… !!! Perbedaan utama yaagh hanya engine…!!! Yang menjadi rumours kira-kira engine yang akan digunakan apa… untuk dicangkokkan di YZF-R250 yang baru… !!! Yaagh apapun enginenya.. menurut gue secara design sih YZF-R250 yang sama persis dengan YZF-R125… mempunyai ciri khaz tersendiri.. dan dapat bersaing dengan Ninja 250R… !!!


Kalau gini ceritanya, … menurut gue sih Kawasaki kudu cepat mengambil langkah untuk memanfaatkan ‘first mover’ khususnya market di Indonesia…!!! Saat ini dibenak konsumen masih terjadi kebingungan dari masalah harga dan indent yang lumayan panjang…!!! Belum lagi, karena nggak ada pesaing, beberapa dealer sudah mulai memanfaatkan demand yang ada.. untuk mulai mendongkrak harga…!!! Kalau begini teruz,.. waspadai efek negatif yang bakalan terjadi dari ‘first mover’… dimana konsumen bakalan hengkang… sewaktu ada pilihan lain yang menggiurkan… abizan udah saaakiiiiiittt hattttiiiiiiii seh…!!! 

Tutorial HTML

Bagi kawan-kawan yang sudah pernah berkunjung ke blog ini, mungkin tahu bahwa hari ini blog ku ada banyak perubahan, yo'i.. yang tadinya sangat anti gambar sekarang tiba-tiba jadi lautan gambar, coba saja lirik kebawah, tadinya banner yang terpasang hanya beberapa buah saja tapi sekarang jadi ngebaris kaya tentara mau berangkat perang. Yups..tadinya cuma iseng-iseng masukin banner dari teman-teman blog lain, eh keterusan.. ya udah sekarang semua gambar dari feedburner.com aku masukin semua..sekalian biar rame..

Dan mulai hari ini topik bahsan pun akan ada sedikit perubahan, yakni ga cuma ngebahas blog tutorial doank tapi ngebahas juga soal HTML, ini saya lakukan karena ada diantara sahabat saya yang hoby obrak-abrik template blognya tapi masih menemui kesulitan karena masih bingung soal perintah-perintah HTML, ya ngga jauhlah dari saya yang setiap edit HTMl musti inga inga dulu perintah HTML nya ma'lum baru belajar jadi belum pada hapal.

Baiklah sobat, kita kembali ke (laptop) bahasan utama artikel ini yaitu mengenai HTML.

Apa itu HTML ?

HTML (Hypertext Markup Language)adalah merupakan suatu standar bahasa program yang di gunakan untuk menampilkan dokumen-dokumen web. (itu menurut saya bro, kalo salah ya mohon di maafkan).

Mengenal Tag HTML


Perintah-perintah dalam HTML biasa di sebut dengan TAG. TAG ini kebanyakan mempunyai pasangan, yakni TAG pembuka dan penutup. Misal ..., ... dan lain sebagainya, dan TAG yang mempunyai pasangan ini juga bersifat Override yakni dapat menimpa fungsi TAG sebelumnya. Contoh : sebuah teks yang sudah di buat miring oleh tag ... , dapat di timpa oleh tag ... sehingga akan melahirkan dua hasil perintah yang berbeda sekaligus yakni kombinasi hurup miring dan hurup tebal, contoh :

ini hanya contoh saja sobat

yang akan tampil di browser adalah :


ini hanya contoh saja sobat


di samping TAG yang mempunyai pasangan, ada juga tag yang tidak memerlukan pasangan, misal TAG
,
, ataupun

Sebuah Tag tidaklah sensitif terhadap Case (hurup besar atau kecil), jadi mau di tulis hurup besar ataupun huruf kecil akan menghasilkan fungsi yang sama. Sebagai contoh : fungsi Tag .... akan sama dengan Tag .....

Struktur dokumen HTML


Sebuah dokumen HTML terbagi kedalam tiga bagian utama, yakni HTML, HEAD, serta BODY.

HTML

Sebuah dokumen HTML haruslah diawali dengan tag dan di tutup dengan , Tag ini adalah sarana untuk memberikan informasi kepada browser bahwa apa-apa yang di tulis di dalamnya merupakan sebuah dokumen HTML.

HEAD

Bagian header dari sebuah dokumen HTML diawali oleh tag dan di tutup oleh tag , dan di dalam header di isi pula dengan tag title yakni judul dari dokumen, tag title ini di tulis dengan tag pembuka dan di tutup oleh tag , contoh : title dari blog ini adalah Blog Tutorial jadi untuk tittle nya di tulis seperti ini Blog Tutorial , akan tetapi di blogger.com untuk penulisan title tidak harus di tulis langsung pada tag title karena sudah di otomatisasi, alamatnya yaitu <$BlogPageTitle$>. Dalam pengisian title ini seyogya nya jangan asal-asalan, karena title merupakan hal pertama yang di lihat oleh search engine.

Di dalam Header pun di isi pula dengan tag META, tag META ditulis dengan tag , tag META ini biasanya memuat informasi mengenai dokumen HTML. dengan tag META kita bisa menentukan keyword, content,refresh, dan lainnya sebagainya. Khusus tentang tag META keyword akan di bahas lebih lanjut pada postingan selanjutnya.

BODY

Semua dokumen HTML yang di simpan di dalam BODY semisal teks, image, link, dan lain sebagainya akan di tampilakan dan bisa di lihat di dalam browser.

Ok sahabat, mungkin pengenalan pertama mengenai HTML di cukupkan sekian dulu dan akan di teruskan pada postingan-postingan selanjutnya

New Ninja 250R


Semakin santer aza Ninja 250R akan masuk ke Indonesia. Motor yang akan diimport dari Thailand ini keliatannya bakalan meramaikan pasar kendaraan roda dua di Indonesia. Well Ninja 25oR dikenal juga sebagai EX250 di Eropa, ZZR 250 di US atau ZXR250 di Aussie. Kawasaki kelas 250cc ini diproduksi pertama kali pada tahun 1986 dan masih bertahan sampai saat ini, dan sejak tahun 2007 Ninja 250R diproduksi di Thailand. Tarikan Ninja 250R ini cukup responsif, dimana 0-100 km/h dapat dicapai dalam 5.7 detik. Spesifikasi Ninja 250R
Ninja 250R menggunakan engine 4 stroke paralel twin, DOHC, liquid cooled, 8 valves dan dilengkapi dengan counterbalancer. Dengan engine segitu, power yang dihasilkan dapat mencapai 36HP pada 11000RPM. Torsi yang dihasilkan dapat mencapai 24Nm pada 10000 RPM. Startingnya pun udah menggunakan electric yang ciri khas moge saat ini. Compression rationya juga cukup tinggi yaitu 12.4:1. Carburator nya menggunakan 2 Keihin CVK30.. (lumayan lah.. walau gue nyakin.. nyampe disini bakalan banyak yg pengen ubah jadi 34.. ). Sistem kopling menggunakan tipe basah. Suspensi depan menggunakan hydraulic telescopic fork, dan belakang menggunakan unitrack mono shock. Remnya depan dan belakang sudah pakai disc, kagak tromol lagi… !!! Ban depan menggunakan ukuran 100/80-16, dan belakang menggunakan 130/80-16. Dengan berat 138 kg, power-to-weight ratio motor ini mencapai 0.26 HP/kg (mirip dengan mito, dan lebih tinggi dibandingkan sportster 883..!! ).

Bakalan laku nggak neh Motor…??

Ini semua berpulang dari Kawasaki juga, mau dijual berapa disini…??? Kalau dari spec udah oke lah… Kalau di Amrik sono dijual MSRP USD 2999. Tapi khan sekarang udah buatan Thailand… jadi mestinya juga lebih murah.. Saran gue mah.. (yah kalau mau didengerin).. jangan terlalu mahal-mahal.. kalau nggak pasar bakalan negatif merespons… Ada baiknya dilakukan advertising.. setidaknya untuk menahan konsumen agar nggak mikir-mikirin Yamaha V-ixion mulu.. yah minimal ada pilihan… bukankah konsumen adalah raja… betulkan pembaca.. ??? Anyway, kita liat aza nanti.. apakah market akan merespons positif or negatif… time will tell…  

note :



Info terakhir fairing New Ninja 250R akan mengadopsi model Ninja ZX-10R. Jadi bisa dibayangin, fairing ngikot ZX-10R, tapi engine masih Ninja 250. Ada yang jago photoshop nggak…?? Kira-kira bentuknya kayak gimana yah… tapi mestinya oke deh.. Kalau masih tetep model lama.. keliatannya kurang ada respond positif deeh… Maklum konsumen Indonesia masih pengen tampilan ngejrenggg.. walau engine nya nggak gede-gede banget… 

Kamis, 30 Oktober 2008

Peradilan Rakyat

Cerpen Putu Wijaya
Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum.

"Tapi aku datang tidak sebagai putramu," kata pengacara muda itu, "aku datang ke mari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan keadilan di negeri yang sedang kacau ini."

Pengacara tua yang bercambang dan jenggot memutih itu, tidak terkejut. Ia menatap putranya dari kursi rodanya, lalu menjawab dengan suara yang tenang dan agung.

"Apa yang ingin kamu tentang, anak muda?"
Pengacara muda tertegun. "Ayahanda bertanya kepadaku?"
"Ya, kepada kamu, bukan sebagai putraku, tetapi kamu sebagai ujung
tombak pencarian keadilan di negeri yang sedang dicabik-cabik korupsi ini."
Pengacara muda itu tersenyum.
"Baik, kalau begitu, Anda mengerti maksudku."

"Tentu saja. Aku juga pernah muda seperti kamu. Dan aku juga berani, kalau perlu kurang ajar. Aku pisahkan antara urusan keluarga dan kepentingan pribadi dengan perjuangan penegakan keadilan. Tidak seperti para pengacara sekarang yang kebanyakan berdagang. Bahkan tidak seperti para elit dan cendekiawan yang cemerlang ketika masih di luar kekuasaan, namun menjadi lebih buas dan keji ketika memperoleh kesempatan untuk menginjak-injak keadilan dan kebenaran yang dulu diberhalakannya. Kamu pasti tidak terlalu jauh dari keadaanku waktu masih muda. Kamu sudah membaca riwayat hidupku yang belum lama ini ditulis di sebuah kampus di luar negeri bukan? Mereka menyebutku Singa Lapar. Aku memang tidak pernah berhenti memburu pencuri-pencuri keadilan yang bersarang di lembaga-lembaga tinggi dan gedung-gedung bertingkat. Merekalah yang sudah membuat kejahatan menjadi budaya di negeri ini. Kamu bisa banyak belajar dari buku itu."

Pengacara muda itu tersenyum. Ia mengangkat dagunya, mencoba memandang pejuang keadilan yang kini seperti macan ompong itu, meskipun sisa-sisa keperkasaannya masih terasa.

"Aku tidak datang untuk menentang atau memuji Anda. Anda dengan seluruh sejarah Anda memang terlalu besar untuk dibicarakan. Meskipun bukan bebas dari kritik. Aku punya sederetan koreksi terhadap kebijakan-kebijakan yang sudah Anda lakukan. Dan aku terlalu kecil untuk menentang bahkan juga terlalu tak pantas untuk memujimu. Anda sudah tidak memerlukan cercaan atau pujian lagi. Karena kau bukan hanya penegak keadilan yang bersih, kau yang selalu berhasil dan sempurna, tetapi kau juga adalah keadilan itu sendiri."

Pengacara tua itu meringis.
"Aku suka kau menyebut dirimu aku dan memanggilku kau. Berarti kita bisa bicara sungguh-sungguh sebagai profesional, Pemburu Keadilan."
"Itu semua juga tidak lepas dari hasil gemblenganmu yang tidak kenal ampun!"
Pengacara tua itu tertawa.
"Kau sudah mulai lagi dengan puji-pujianmu!" potong pengacara tua.
Pengacara muda terkejut. Ia tersadar pada kekeliruannya lalu minta maaf.

"Tidak apa. Jangan surut. Katakan saja apa yang hendak kamu katakan," sambung pengacara tua menenangkan, sembari mengangkat tangan, menikmati juga pujian itu, "jangan membatasi dirimu sendiri. Jangan membunuh diri dengan diskripsi-diskripsi yang akan menjebak kamu ke dalam doktrin-doktrin beku, mengalir sajalah sewajarnya bagaikan mata air, bagai suara alam, karena kamu sangat diperlukan oleh bangsamu ini."

Pengacara muda diam beberapa lama untuk merumuskan diri. Lalu ia meneruskan ucapannya dengan lebih tenang.

"Aku datang kemari ingin mendengar suaramu. Aku mau berdialog."
"Baik. Mulailah. Berbicaralah sebebas-bebasnya."

"Terima kasih. Begini. Belum lama ini negara menugaskan aku untuk membela seorang penjahat besar, yang sepantasnya mendapat hukuman mati. Pihak keluarga pun datang dengan gembira ke rumahku untuk mengungkapkan kebahagiannya, bahwa pada akhirnya negara cukup adil, karena memberikan seorang pembela kelas satu untuk mereka. Tetapi aku tolak mentah-mentah. Kenapa? Karena aku yakin, negara tidak benar-benar menugaskan aku untuk membelanya. Negara hanya ingin mempertunjukkan sebuah teater spektakuler, bahwa di negeri yang sangat tercela hukumnya ini, sudah ada kebangkitan baru. Penjahat yang paling kejam, sudah diberikan seorang pembela yang perkasa seperti Mike Tyson, itu bukan istilahku, aku pinjam dari apa yang diobral para pengamat keadilan di koran untuk semua sepak-terjangku, sebab aku selalu berhasil memenangkan semua perkara yang aku tangani.

Aku ingin berkata tidak kepada negara, karena pencarian keadilan tak boleh menjadi sebuah teater, tetapi mutlak hanya pencarian keadilan yang kalau perlu dingin danbeku. Tapi negara terus juga mendesak dengan berbagai cara supaya tugas itu aku terima. Di situ aku mulai berpikir. Tak mungkin semua itu tanpa alasan. Lalu aku melakukan investigasi yang mendalam dan kutemukan faktanya. Walhasil, kesimpulanku, negara sudah memainkan sandiwara. Negara ingin menunjukkan kepada rakyat dan dunia, bahwa kejahatan dibela oleh siapa pun, tetap kejahatan. Bila negara tetap dapat menjebloskan bangsat itu sampai ke titik terakhirnya hukuman tembak mati, walaupun sudah dibela oleh tim pembela seperti aku, maka negara akan mendapatkan kemenangan ganda, karena kemenangan itu pastilah kemenangan yang telak dan bersih, karena aku yang menjadi jaminannya. Negara hendak menjadikan aku sebagai pecundang. Dan itulah yang aku tentang.

Negara harusnya percaya bahwa menegakkan keadilan tidak bisa lain harus dengan keadilan yang bersih, sebagaimana yang sudah Anda lakukan selama ini."

Pengacara muda itu berhenti sebentar untuk memberikan waktu pengacara senior itu menyimak. Kemudian ia melanjutkan.

"Tapi aku datang kemari bukan untuk minta pertimbanganmu, apakah keputusanku untuk menolak itu tepat atau tidak. Aku datang kemari karena setelah negara menerima baik penolakanku, bajingan itu sendiri datang ke tempat kediamanku dan meminta dengan hormat supaya aku bersedia untuk membelanya."

"Lalu kamu terima?" potong pengacara tua itu tiba-tiba.
Pengacara muda itu terkejut. Ia menatap pengacara tua itu dengan heran.
"Bagaimana Anda tahu?"

Pengacara tua mengelus jenggotnya dan mengangkat matanya melihat ke tempat yang jauh. Sebentar saja, tapi seakan ia sudah mengarungi jarak ribuan kilometer. Sambil menghela napas kemudian ia berkata: "Sebab aku kenal siapa kamu."

Pengacara muda sekarang menarik napas panjang.
"Ya aku menerimanya, sebab aku seorang profesional. Sebagai seorang pengacara aku tidak bisa menolak siapa pun orangnya yang meminta agar aku melaksanakan kewajibanku sebagai pembela. Sebagai pembela, aku mengabdi kepada mereka yang membutuhkan keahlianku untuk membantu pengadilan menjalankan proses peradilan sehingga tercapai keputusan yang seadil-adilnya."

Pengacara tua mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.
"Jadi itu yang ingin kamu tanyakan?"
"Antara lain."
"Kalau begitu kau sudah mendapatkan jawabanku."
Pengacara muda tertegun. Ia menatap, mencoba mengetahui apa yang ada di dalam lubuk hati orang tua itu.
"Jadi langkahku sudah benar?"
Orang tua itu kembali mengelus janggutnya.

"Jangan dulu mempersoalkan kebenaran. Tapi kau telah menunjukkan dirimu sebagai profesional. Kau tolak tawaran negara, sebab di balik tawaran itu tidak hanya ada usaha pengejaran pada kebenaran dan penegakan keadilan sebagaimana yang kau kejar dalam profesimu sebagai ahli hukum, tetapi di situ sudah ada tujuan-tujuan politik. Namun, tawaran yang sama dari seorang penjahat, malah kau terima baik, tak peduli orang itu orang yang pantas ditembak mati, karena sebagai profesional kau tak bisa menolak mereka yang minta tolong agar kamu membelanya dari praktik-praktik pengadilan yang kotor untuk menemukan keadilan yang paling tepat. Asal semua itu dilakukannya tanpa ancaman dan tanpa sogokan uang! Kau tidak membelanya karena ketakutan, bukan?"
"Tidak! Sama sekali tidak!"
"Bukan juga karena uang?!"
"Bukan!"
"Lalu karena apa?"
Pengacara muda itu tersenyum.
"Karena aku akan membelanya."
"Supaya dia menang?"

"Tidak ada kemenangan di dalam pemburuan keadilan. Yang ada hanya usaha untuk mendekati apa yang lebih benar. Sebab kebenaran sejati, kebenaran yang paling benar mungkin hanya mimpi kita yang tak akan pernah tercapai. Kalah-menang bukan masalah lagi. Upaya untuk mengejar itu yang paling penting. Demi memuliakan proses itulah, aku menerimanya sebagai klienku."
Pengacara tua termenung.
"Apa jawabanku salah?"
Orang tua itu menggeleng.

"Seperti yang kamu katakan tadi, salah atau benar juga tidak menjadi persoalan. Hanya ada kemungkinan kalau kamu membelanya, kamu akan berhasil keluar sebagai pemenang."

"Jangan meremehkan jaksa-jaksa yang diangkat oleh negara. Aku dengar sebuah tim yang sangat tangguh akan diturunkan."

"Tapi kamu akan menang."
"Perkaranya saja belum mulai, bagaimana bisa tahu aku akan menang."

"Sudah bertahun-tahun aku hidup sebagai pengacara. Keputusan sudah bisa dibaca walaupun sidang belum mulai. Bukan karena materi perkara itu, tetapi karena soal-soal sampingan. Kamu terlalu besar untuk kalah saat ini."

Pengacara muda itu tertawa kecil.
"Itu pujian atau peringatan?"
"Pujian."
"Asal Anda jujur saja."
"Aku jujur."
"Betul?"
"Betul!"

Pengacara muda itu tersenyum dan manggut-manggut. Yang tua memicingkan matanya dan mulai menembak lagi.
"Tapi kamu menerima membela penjahat itu, bukan karena takut, bukan?"

"Bukan! Kenapa mesti takut?!"
"Mereka tidak mengancam kamu?"
"Mengacam bagaimana?"
"Jumlah uang yang terlalu besar, pada akhirnya juga adalah sebuah ancaman. Dia tidak memberikan angka-angka?"

"Tidak."
Pengacara tua itu terkejut.
"Sama sekali tak dibicarakan berapa mereka akan membayarmu?"
"Tidak."
"Wah! Itu tidak profesional!"
Pengacara muda itu tertawa.
"Aku tak pernah mencari uang dari kesusahan orang!"
"Tapi bagaimana kalau dia sampai menang?"
Pengacara muda itu terdiam.
"Bagaimana kalau dia sampai menang?"
"Negara akan mendapat pelajaran penting. Jangan main-main dengan kejahatan!"
"Jadi kamu akan memenangkan perkara itu?"
Pengacara muda itu tak menjawab.
"Berarti ya!"
"Ya. Aku akan memenangkannya dan aku akan menang!"

Orang tua itu terkejut. Ia merebahkan tubuhnya bersandar. Kedua tangannya mengurut dada. Ketika yang muda hendak bicara lagi, ia mengangkat tangannya.

"Tak usah kamu ulangi lagi, bahwa kamu melakukan itu bukan karena takut, bukan karena kamu disogok."
"Betul. Ia minta tolong, tanpa ancaman dan tanpa sogokan. Aku tidak takut."

"Dan kamu menerima tanpa harapan akan mendapatkan balas jasa atau perlindungan balik kelak kalau kamu perlukan, juga bukan karena kamu ingin memburu publikasi dan bintang-bintang penghargaan dari organisasi kemanusiaan di mancanegara yang benci negaramu, bukan?"

"Betul."
"Kalau begitu, pulanglah anak muda. Tak perlu kamu bimbang.

Keputusanmu sudah tepat. Menegakkan hukum selalu dirongrong oleh berbagai tuduhan, seakan-akan kamu sudah memiliki pamrih di luar dari pengejaran keadilan dan kebenaran. Tetapi semua rongrongan itu hanya akan menambah pujian untukmu kelak, kalau kamu mampu terus mendengarkan suara hati nuranimu sebagai penegak hukum yang profesional."

Pengacara muda itu ingin menjawab, tetapi pengacara tua tidak memberikan kesempatan.
"Aku kira tak ada yang perlu dibahas lagi. Sudah jelas. Lebih baik kamu pulang sekarang. Biarkan aku bertemu dengan putraku, sebab aku sudah sangat rindu kepada dia."

Pengacara muda itu jadi amat terharu. Ia berdiri hendak memeluk ayahnya. Tetapi orang tua itu mengangkat tangan dan memperingatkan dengan suara yang serak. Nampaknya sudah lelah dan kesakitan.

"Pulanglah sekarang. Laksanakan tugasmu sebagai seorang profesional."
"Tapi..."

Pengacara tua itu menutupkan matanya, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Sekretarisnya yang jelita, kemudian menyelimuti tubuhnya. Setelah itu wanita itu menoleh kepada pengacara muda.
"Maaf, saya kira pertemuan harus diakhiri di sini, Pak. Beliau perlu banyak beristirahat. Selamat malam."

Entah karena luluh oleh senyum di bibir wanita yang memiliki mata yang sangat indah itu, pengacara muda itu tak mampu lagi menolak. Ia memandang sekali lagi orang tua itu dengan segala hormat dan cintanya. Lalu ia mendekatkan mulutnya ke telinga wanita itu, agar suaranya jangan sampai membangunkan orang tua itu dan berbisik.

"Katakan kepada ayahanda, bahwa bukti-bukti yang sempat dikumpulkan oleh negara terlalu sedikit dan lemah. Peradilan ini terlalu tergesa-gesa. Aku akan memenangkan perkara ini dan itu berarti akan membebaskan bajingan yang ditakuti dan dikutuk oleh seluruh rakyat di negeri ini untuk terbang lepas kembali seperti burung di udara. Dan semoga itu akan membuat negeri kita ini menjadi lebih dewasa secepatnya. Kalau tidak, kita akan menjadi bangsa yang lalai."

Apa yang dibisikkan pengacara muda itu kemudian menjadi kenyataan. Dengan gemilang dan mudah ia mempecundangi negara di pengadilan dan memerdekaan kembali raja penjahat itu. Bangsat itu tertawa terkekeh-kekeh. Ia merayakan kemenangannya dengan pesta kembang api semalam suntuk, lalu meloncat ke mancanegara, tak mungkin dijamah lagi. Rakyat pun marah. Mereka terbakar dan mengalir bagai lava panas ke jalanan, menyerbu dengan yel-yel dan poster-poster raksasa. Gedung pengadilan diserbu dan dibakar. Hakimnya diburu-buru. Pengacara muda itu diculik, disiksa dan akhirnya baru dikembalikan sesudah jadi mayat. Tetapi itu pun belum cukup. Rakyat terus mengaum dan hendak menggulingkan pemerintahan yang sah.

Pengacara tua itu terpagut di kursi rodanya. Sementara sekretaris jelitanya membacakan berita-berita keganasan yang merebak di seluruh wilayah negara dengan suaranya yang empuk, air mata menetes di pipi pengacara besar itu.

"Setelah kau datang sebagai seorang pengacara muda yang gemilang dan meminta aku berbicara sebagai profesional, anakku," rintihnya dengan amat sedih, "Aku terus membuka pintu dan mengharapkan kau datang lagi kepadaku sebagai seorang putra. Bukankah sudah aku ingatkan, aku rindu kepada putraku. Lupakah kamu bahwa kamu bukan saja seorang profesional, tetapi juga seorang putra dari ayahmu. Tak inginkah kau mendengar apa kata seorang ayah kepada putranya, kalau berhadapan dengan sebuah perkara, di mana seorang penjahat besar yang terbebaskan akan menyulut peradilan rakyat seperti bencana yang melanda negeri kita sekarang ini?" 

Template by:
Free Blog Templates